Timeboxing: Definisi, Tipe, Manfaat, dan Tips Penerapannya

Time boxing adalah teknik manajemen waktu yang membagi waktu menjadi periode tertentu dengan tujuan memaksimalkan produktivitas dan fokus. Teknik ini berasal dari metode Agile dan dipopulerkan oleh ilmuwan komputer, James Martin, pada tahun 1980-an.

Setidaknya terdapat dua jenis timeboxing, yaitu hard timeboxing dan soft timeboxing. Kedua tipe ini hadir bukan untuk memaksamu memilih salah satunya. Tentu kamu dapat menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik tugas, dan ekspektasi pribadi dan tim.

  1. Hard timeboxing

Hard timeboxing adalah strategi yang lebih kaku. Jika gagal menyelesaikan tugas sesuai dengan waktu yang telah dialokasikan, kamu harus berhenti mengerjakannya dan beralih ke tugas selanjutnya.

Begitu pun pada saat meeting. Mau tidak mau, kamu pasti akan mendorong diri sendiri untuk menyelesaikan semua agenda rapat secara tuntas. Jenis strategi yang satu ini sangat cocok digunakan bagi kamu yang cenderung perfeksionis.

  1. Soft timeboxing

Kebalikan dari tipe yang pertama, strategi soft timeboxing bersifat lebih fleksibel. Waktu yang ditetapkan lebih berfungsi sebagai petunjuk atau estimasi saja. Namun, kamu tetap perlu berkomitmen penuh untuk menyelesaikan tugas tersebut sesuai dengan deadline.

Hanya saja, strategi ini memang lebih cocok ketika kamu belum tahu pasti berapa lama waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan.

Beberapa manfaat timeboxing di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Mengurangi kebiasaan menunda-nunda

Apakah kamu seorang procrastinator? Jika ya, timeboxing merupakan salah satu solusi agar kamu tak lagi menunda pekerjaan. Salah satu faktor mengapa kamu sering menunda adalah karena menyepelekan tingkat kemudahan suatu tugas. Setelah menyadari bahwa satu tugas ternyata memerlukan waktu lama, pasti ada dorongan untuk segera mengerjakannya.

  1. Meningkatkan konsentrasi

Dengan menyiapkan alokasi waktu untuk mengerjakan tugas A, kamu secara tidak langsung memberi tahu otak bahwa kini saatnya konsentrasi pada tugas A saja, bukan multitasking tugas B, C, dan D. Sebaliknya, tanpa timeboxing, kamu pasti lebih mudah terdistraksi dengan beban kerja lain yang kerap menghantui.

  1. Membentuk rutinitas kerja

Setelah terbiasa membuat timebox, kamu pun akan lebih mudah memprediksi bagaimana harimu akan berjalan, apa yang biasanya harus dilakukan, dan lain sebagainya. Meski terdengar tak ada manfaatnya, sadarkah kamu berapa banyak waktu yang terbuang percuma karena kita terlalu lama bersiap-siap mengerjakan satu tugas?

Timeboxing ini juga akan meningkatkan kepercayaan dan keyakinan diri ketika harus menyelesaikan suatu pekerjaan.

Namun, time boxing juga memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, jika kamu terlalu ketat dalam membagi waktu, kamu bisa merasa tertekan dan stres, yang justru bisa mengurangi produktivitasmu. Selain itu, time boxing juga mungkin tidak cocok untuk semua jenis tugas atau pekerjaan. Beberapa tugas membutuhkan waktu yang lebih fleksibel dan tidak bisa diatur dalam periode tertentu.

Kesimpulannya, time boxing adalah teknik manajemen waktu yang bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas dan konsentrasi. Namun, kamu harus bijak dalam mengatur waktu dan memperhatikan kebutuhanmu masing-masing. Jika dilakukan dengan benar, time boxing bisa membantu kamu menjadi lebih efisien dan efektif dalam menyelesaikan tugas-tugasmu.

Leave a Reply