You are currently viewing <strong><em>UTOPIA Collaboration Space, Tempat Hits Baru Anak Muda Palembang</em></strong>

UTOPIA Collaboration Space, Tempat Hits Baru Anak Muda Palembang

Riuh ramai canda tawa dan obrolan bersemangat khas anak muda terdengar di Jalan POM IX, Palembang.

Sebuah tempat nan ramai itu bernama UTOPIA Collaboration Space. Sekilas tampak bangunan bergaya modern dengan warna hijau tosca yang mendominan. 

Dahulu ruang ini  adalah sebuah lapangan kosong sebelah kolam renang Lumban, tempat dimana banyak orang belajar membawa mobil untuk pertama kali.

Pihak pengelola Lumban sering geram, pasalnya lapangan ini tidak di peruntukkan untuk belajar membawa mobil tetapi untuk dijadikan lahan parkir.

Kini, kawasan tersebut berubah menjadi sebuah creative hub baru yang mewadahi kebutuhan kaum muda urban yang kreatif.

Resmi beroperasi sekitar bulan Desember 2022, kini UTOPIA Collaboration Space menjelma menjadi salah satu tempat santai di Kota Palembang yang dikunjungi mulai dari anak-anak hingga orangtua. Selain tempat bersantai, UTOPIA  juga menjadi pusat kreatif yang memberi ruang bagi pelaku UMKM, pekerja seni, dan lainnya untuk berkreativitas dan berkolaborasi.

Founder UTOPIA, Agung, mengatakan, saat mendatangi UTOPIA, pengunjung akan langsung disuguhi ruang terbuka. Di sini pengunjung bisa menikmati makanan dan minuman yang disediakan.

Suasana akan semakin ramai saat sore menjelang malam hari, saat tak lagi panas dan angin pun berhembus menyejukkan hati. Live music yang diadakan di sini bisa menjadi penghibur bagi pengunjung yang sedang bercengkrama.

“Jangan takut bila cuaca hujan. UTOPIA memiliki banyak tempat lain yang akan menghindari pengunjung dari derasnya hujan,” jelasnya.

Masuk ke area lebih dalam, pengunjung akan menemukan beberapa ruangan, seperti ada ruangan yang berisikan tenant makanan dan minuman dari UMKM lokal, ada pula tenant yang menjual beragam karya seni.

“Di sini banyak tempat yang bisa diisi oleh UMKM lokal. Tujuannya untuk mengembangkan potensi lokal agar lebih terlihat dan berkembang. Syaratnya hanya dengan memberikan proposal secara detil, sehingga kami bisa kurasi mana saja yang berpotensi untuk berkembang,” tuturnya.

Ada yang menarik dari tempat ini. Setiap sudut area, bisa dijadikan spot berfoto. Bahkan, Kelontong Express; salah satu tenant, yang menjual beberapa camilan saja dijadikan spot foto oleh pengunjung. Ini pula alasan mengapa tempat ini selalu ramai meskipun tempatnya belum selesai.

“Anak muda milenial dan gen Z adalah generasi digital. Apapun bisa dibuat aesthetic oleh mereka. Bahkan bangunan kita yang belum selesai saja menjadi incaran mereka,” tuturnya.

Dengan memperdaya lapangan kosong, menjadi lebih aesthetic serta instagrammable, bangunan ini terlihat lebih modern, simple dan fungsional. Inilah yang menjadi daya tarik UTOPIACollaboration Space sehingga anak muda yang datang tak sekadar berkumpul tapi juga bisa berkegiatan positif.

Tertarik dengan UTOPIA? Datangi saja langsung!

Leave a Reply